Musik genre pop-rock memenuhi ruang kamar bernuansa biru muda dan kuning itu. Suara cempreng seorang gadis terdengar kontras dengan suara sang vokalis dari speaker ponselnya itu. Namun, gadis itu tidak peduli. Ia hanya ingin menikmati lagu ini dengan gayanya. Sambil bergerak ke sana-kemari, Olive Eravellin terus bernyanyi lagu . milik band favoritnya-The Osward. Olive sudah menjadi penggemar be…
Lucas memukul kemudi mobilnya berkali-kali dan isak tangisnya mulai terdengar. Rasa sakit hatinya tak kunjung reda. Ia merasa tak ada orang yang bisa memahami perasaannya. Berulang kali ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa bahagia kalau orang tuanya dengan mudahnya berpisah dan menikah lagi dengan orang lain. Hidup Lucas pun berubah pasca pernikahan kedua ayahnya. Ia memiliki adik tiri yan…
Shereen tahu, pesan itu bisa ditujukan untuk siapa saja. Apakah itu menggambarkan hubungannya dengan Park Min Ho, atau justru dengan Dipitak ada yang tahu. Karena ia memang tidak pernah benar-benar yakin apakah seseorang memang benar-benar ditakdirkan untuknya, atau tidak. Namun, terkadang ada sepercik kepercayaan di hati, tentang apa yang seharusnya diperjuangkan, dan apa yang seharusnya di…
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau imgin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Eka Aryani, semakin marak dikenal publik atas karyanya setelah menerbitkan Teluk Alaska pada 2019 lalu. Penulis muda ini membuktikan bakatnya setelah mendapatkan penghargaan dari Ikatan Penerbit Indonesia untuk kategori Book of the Year. Teluk Alaska, bercerita tentang Anastasia Mhysa seorang gadis pendiam yang tidak memiliki kawan. Dirinya hanya hanya mampu bercerita pada buku diary ber…
“Kamu cantik dengan kebaya putih itu, Senjani....” Awalnya, aku sama sekali nggak menyangka kita sama-sama melangkah ke tahap ini. Aku ngerasa terlalu banyak luka buat peluk kamu, Jan. Aku nggak pernah tahu apa itu rumah, dan khawatir nggak bisa memberikan “rumah” yang layak buat kamu nanti. “Aku pasti bisa sembuh, kan, Jan? Nggak, aku harus sembuh!” Kamu selalu meyakinkan aku ka…