Text
ARFAN
"Kalau lo nggak mau dijodohin, ya, bilang. Ngomong sama orang tua lo! Punya mulut, kan?" lanjut Fanya berteriak.
Sontak Arka langsung berbalik. Menatap lekat mata gadis itu. Melangkah mendekatinya. "Bisa, enggak, ngomong yang sopan? Enggak usah teriak-teriak. Gini-gini gue calon suami lo!" geram Arka berujar penuh penekanan pada kata terakhir, sambil menoyor kening Fanya.
Fanya terhuyung ke belakang. Spontan memegang keningnya. Mengaduh kesakitan. "Aduh. Sakit, bego!"
"Gila, ya, lo? Kepala orang asal toyor!" kesalnya, memaki Arka.
"Gitu doang sakit. Lebay lo!" timpal Arka santai tanpa rasa bersalah.
Fanya semakin kesal dibuatnya. Napasnya memburu. Menatap Arka tajam. "Apa lo bilang? Lebay? Coba sini, pala lo yang gue toyor! Biar lo ngerasain juga!" geramnya. Berusaha membalas perbuatan Arka.
Alih-alih berhasil. Kedua tangan Fanya lebih dulu dicekal oleh Arka, agar tidak bisa membalas perbuatannya tadi.
"Ih! Apaan, sih? Lepasin!" Fanya memberontak. Cekalan Arka terasa sakit. Lelaki itu mencekal tangannya dengan kasar.
Tidak tersedia versi lain