Rara bocah perempuan penghuni perkampungan kumuh. Ia punya mimpi sederhana: memiliki jendela untuk rumah tripleksnya, agar dari dalam rumah ia bisa menatap keindahan bulan dan senyuman matahari. Mimpi bukan cuma milik Rara. Dua pemuda mengimpikan sosok perempuan yang sama. Seorang gadis bermimpi untuk kemudian menyerah dan terlupakan. Seorang bocah laki-laki bermimpi mendapat kehangatan kelu…
Kehidupan semakin rusak bukan karena orang jahat semakin banyak, tetapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Novel ini menceritakan perjuangan yang dilakukan oleh seorang lelaki bermata sipit yang tengah berjuang menyelamatkan hidupnya dari ancaman para mafia hukum. Pekerjaannya menuntut dirinya untuk selalu waspada terhadap segala hal yang berbau politik. Belum lagi Maryam, gad…
Semau Gue... Paduan kasih cinta yang hangat, yang lembut, dan yang main-main. Paduan hati yang serakah, yang tulus, dan yang terombang-ambing. Semau Gue... Sebuah misteri, sebuah tragedi, sebuah komedi, dalam perjalanan Cinta remaja! Semau Gue... Sebuah perenungan hidup bahwa manu- sia tidak akan pernah mengetahui apa pun peristiwa yang akan dialaminya di kemudian hari.
Pernah nggak kalian ngalamin yang namanya curiga, cemburu, kurang komunikasi ataupun berantem karena hal-hal sederhana saat LDR? Hal itu hanya sebagian kecil saja dari ratusan kerumitan saat menjalani LDR. Tapi, kalian nggak usah khawatir! Jika kalian baru memulai menjalani LDR atau kalian yang sudah lama LDR dan sedang dalam masa “galau” karena tidak tahu cara menyelesaikan permasalahan…
Novel tentang bacaan shalat anak 6 tahun denga latar bencana Tsunami ini sangat mengharukan. Nilai keikhlasan dengan halus di jalin pengarangnya ke dalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. Saya membacanya dengan rasa sentimental, karena selepas tsunami saya pernah bolak balik ke Lhok Nga itu.” —Taufik Ismail, Penyair “Buku yang indah dan ditulis dalam kesadaran ibadah. Buku ini me…
Apa kau tahu kalau ada juga hantu yang menyebalkan? Ada, namanya Peter van Gils! Anak hantu keturunan bangsawan Belanda itu paling bisa membuatku gemas, kesal, marah, bahkan terkadang takut. Tidak hanya manusia, empat sahabat gaibku yang lain juga sering kewalahan menghadapi tangan jahat dan sifat "sok benar"-nya. Namun, suatu malam kudapati dia murung dan sedih. "Dia rindu mamanya, Ris…
Mas, Demi ana-anak kita nanti, kumohon menikalah lagi! Tak ada seorang anak yang bisa tumbuh kembang sempurna di tangan ibu yang bisu dan tuli sepertiku!